RSS

kenyataannya diriku.. gLoria eL sTone LOVE sTuart

Aku adalah seorang Gloria Adventine Lumban Batu yang masih berumur 18 tahun. Di usiaku yang beranjak dewasa ini aku memiliki sebuah cinta yang luar biasa hebatnya. Sekalipun tak ada harapan sama sekali, entah mengapa aku tetap bertahan. Alasannya adalah kar’na aku yakin bahwa perasaan yang ku miliki ini tak akan pernah terulang lagi dengan yang lain.
Jika benar mencintainya adalah kesalahan maka biarlah aku menjadi sebuah kesalahan. Setidaknya kebenaran tidak akan berarti tanpa sebuah kesalahan. Kelemahan ku adalah kekuatanku. Aku tak pernah mengerti mengapa perasaan ku sangat lemah untuk berhenti mencintainya dan di saat yang bersamaan selalu ada kekuatan untuk memaafkannya.
Pernah di dalam sepiku aku termenung menyadari. Kisah cintaku sepertinya selalu menyedihkan. Pernah aku mempercayakan hatiku pada seorang, sebut dia “X” namun dengan mudahnya dia melukai ku dengan caranya. Saat itu aku hancur dan terasa bodoh. Aku berusaha kuat dan tetap berdiri tegak. Sejak saat itu aku selalu menyembunyikan tangis ku dari orang luar. Aku berdoa agar Tuhan mengirimkan aku seorang yang tulus menyayangi aku, dan datanglah dya. Aku secara pribadi memanggilnya “Kazuki”. Aku memiilih memanggilnya dengan sebutan itu kar’na Kazuki adalah nama tokoh Anime yang paling ku sukai. Anime music yang membuat ku pertama kali jatuh cinta pada “Ave Maria”.
Dya (Kazuki ku) masuk mendalami relung jiwaku sehari sebelum Valentine. Ya, tepat 13 Februari 2011 kami pergi ke Gereja Annai Velangkanni. Sebenarnya sebelumnya aku takut menghadapi hari itu tapi entah mengapa kehadirannya membuat ku tenang dan merasa berada di tangan yang tepat. Aku pun tak takut lagi.
Ada kisah tentang Rosario yang ku punya dan yang dya punya. Rosario ini selalu kupakai karena melingkar di leherku dan dekat dengan hatiku. Apabila aku takut dan gelisah jantungku akan selalu berdetak tak menentu yang kadang membuat ku sesak untuk bernafas. Tapi sejak aku menggunakan Rosario pemberiannya aku selalu merasa tenang dan tak takut lagi.
14 Februari 2011 kami tukaran kado. Dya juga memberiku bunga. Sampai saat ini semua pemberiannya selalu menemani hari-hariku. Boneka darinya selalu ku peluk dan menemani hariku. Aku selalu mengajak bonekanya berbicara seperti anak perempuan yang masih kecil. Termasuk Rosario itu. Walaupun Salibnya sudah hilang entah dimana, aku tetap memakainya, aku tidak ingin menukarnya dengan kalung yang lain karena Rosario ini pemberiannya. Waktu kehilangan “salib” Rosario ini, aku menangis mencarinya. Aku cari di setiap jalan yang ku lalui sampai ke kamar mandi. Tapi tetap tidak ku temukan. Akhirnya aku memilih untuk mengadu padanya, tapi responnya biasa saja. Yasudahla, yang ku yakini kekuatan Rosario ini tak pernah hilang. Malah semakin menguji ku untuk tetap menggunakannya atau melepaskannya. Dan ku pilih untuk tetap melingkarkannya di leherku.
Dia mengira aku menyayanginya sejak saat itu. Seandainya dia tahu.. sebenarnya aku telah mengaguminya sejak aku masih kelas 1 SMA. Waktu itu aku menemuinya di sebuah perlombaan nyanyi, di sekolah farmasi. Kakak ku ikut lomba dan aku yang menemaninya. Saat itu aku belum tahu namanya siapa, tapi aku suka . Saat pengumuman dia juara harapan 1. Lega sekali mendengarnya .
Tak pernah kuduga bahwa Tuhan mempertemukan kami kembali di Paduan Suara Magnificat. Tapi kelihatannya dia tak tertarik padaku. Ya sudah la, aku mengaguminya dari sisi gelapku.
Lalu hal yang paling membuatku tahu Tuhan memang punya rencana adalah saat aku terluka karena “X” Tuhan mengirimkan DYA (Kazuki) untuk mengganti langkah sepiku dan tangisku dengan senyum dan cahaya dari matanya.
Sakit sekali saat melihatnya menangis. Aku berani mempertaruhkan apapun asalkan dia tak menangis lagi.
Itulah tadi mengapa aku mengatakan, aku memilih untuk tetap bertahan untuk mencintainya. KARENA aku yakin!! Perasaanku ini tak akan pernah ku alami dengan yang lain.
Sakit sekali saat keluarganya menentang kisah kami yang baru saja akan kami mulai. Saat itu, malam itu.. aku menangis tersedu-sedu. Karena itu tenggorokan ku sakit sekali dan telinga ku pun sangat sakit.
Aku berdiam tanpa bahasa dan menunggu Tuhan. Pada akhirnya aku tertidur dengan keadaan memeluk buku doaku. Saat aku terbangun, aku mulai menangis lagi. Entah mengapa sejak saat itu aku menjadi sering menangis.
Didalam jiwaku tetap ada pengharapan yang entah darimana datangnya. Aku hanya ingin dia bahagia Tuhan.
Salahkah aku ?? aku hanya tak mampu berhenti menyayanginya. Aku hanya tak mampu melangkah tanpa dia disisiku. Salahkah aku yang ingin berjuang ?? biarkan aku berjuang Tuhan. bukankah “cinta” memang layak untuk di perjuangkan ?? seperti cinta Bapa pada umatNya yang merelakan PuteraNya wafat demi memperjuangkan cintaNya pada manusia. Itu membuktikan bahwa cinta memang harus diperjuangkan !!
Tolong Tuhan.. kali ini saja.. cepatlah Bapa.. aku tak mampu lagi. Aku hanya mencintainya. Aku terlalu menyayanginya. Ku mohon buat dia bahagia Tuhan. Tukarkanlah semua kebahagiaanku dengan kesedihannya.
Aku pun ingin dicintai.. aku ingin diperjuangkan.

_kenyataannya aku_

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Soverani Oktavia mengatakan...

halooooo kak gloooo....
hhehehehe makasih ya dah komen blogku...
kok di nama kakak ada namanya kizuki?
wkwkwkwkkwwkwk
:P
dah ku foll back ya twitternya...
kak bilang ama kwn kakak follow blogku ya?]
nanti ku foll back

Posting Komentar